rianiputri

Gagal itu urusan nanti. Yg terpenting, kita berani untuk mencoba dan mencoba!

PERAN KELUARGA INTI DALAM PENDIDIKAN ANAK

Tinggalkan komentar

PERAN KELUARGA INTI DALAM PENDIDIKAN ANAK

  1. A.    Pendahuluan

Keluarga adalah sebagai representasi pembangunan peradaban awal manusia. Kehancuran keluarga akan berimbas terhadap runtuhnya peradaban manusia. Karenanya, keluarga merupakan tonggak pokok penentu baik dan buruknya sebuah peradaban manusia.

Secara mikroskopik keluarga merupakan lingkungan hidup pertama dan utama bagi setiap individu (anak), sebab pengaruh yang pertama diterima oleh individu (anak) dalam pertumbuhan dan perkembangannya terjadi dalam keluarga. Disini anak mempelajari nilai-nilai, norma, adat istiadat dan tradisi yang dianut oleh keluarganya, serta aturan-aturan yang tumbuh dalam masyarakatnya.

Praktis kependidikan keluarga yang berlangsung pada setiap keluarga relatif berbeda antara satu keluarga denga keluarga lainnya. Walaupun secara hakekat, praktis pendidikan dalam lingkungan keluarga itu merupakan usaha mempersiapkan anak menjalani tingkatan-tingkatan perkembanganya untuk memasuki dunia dewasa dalam bahasa, adat istiadat da seluruh isi kebudayaannya. Oleh karena itu, pendidikan dalam keluarga memiliki posisi penting dalam pembudayaan individu.

Dalam konteks anatomis pendidikan, lembaga keluarga merupakan lembaga pendidikan yang tertua dalam kependidikan individu manusia. Dalam masyarakat modern, untuk beberapa waktu tertentu mengutamakan lembaga pendidikan diluar keluarga, tetapi kini mulai meragukan kemampuannya dalam memberikan pendidikan nilai moral keagamaan, dan tradisi yang sesuai dengan lingkungan sosial kulturalnya.

  1. B.     Pembahasan
  2. 1.      Defenisi dan Fungsi Keluarga

Menurut makna secara universal keluarga berarti sebuah institusi yang terdiri dari suami-istri dan anak-anaknya yang hidup dalam sebuah kesatuan kelompok berdasarkan ikatan tertentu. Keluarga sebagai suatu satuan sosial terkecil merupakan kelompok kekerabatan yang bertempat tinggal sama, yang ditandai oleh adanya kerjasama ekonomi, mempunyai fungsi untuk berkembang biak dan mensosialisasikan atau mendidik anak (Suparlan, 1986:98).

Keluarga didefenisikan sebagai satu kelompok sosial yang memiliki sifat-sifat memiliki tempat tinggal yang sama, memiliki kerjasama ekonomi dan memiliki fungsi reproduksi (melanjutkan keturunan). Tentu untuk itu, ada unsur-unsur lain yang selalu terdapat dalam sebuah ikatan keluarga yakni adanya relasi seks antar partner yang didahului oleh bentuk perkawinan yang mengeahkan hubungan seksual tersebut.

Keluarga dapat dianalisi dalam dua dimensi yaitu :

  1. Keluarga dipandang sebagai fenomena biologis yang berarti arahnya pada reproduksi, dimana hubungan suami istri menghasilkan keturunan (anak-anak).
  2. Keluarga sebagai fenomena kemasyarakatann dalam arti unit keluarga sebagai suatu hubungan kultural yang khas, dimana kultur disalurkan kebawah melalui generasi-generasi.

Bertrand (1967) mengemukakan fungsi-fungsi keluarga dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Mengekalkan kelompok
  2. Mengatur dan melatih anak
  3. Memberikan status inisial pada anak
  4. Mengatur dan mengontrol dorongan-dorongan parental
  5. Menyediakan suatu lingkungan yang intim untuk kasih sayang dan persahabatan
  6. Menetapkan suatu dasar untuk warisan kekayaan pribadi
  7. Mensosialisasikan anggota baru.

Fungsi-fungsi itu pada akhirnya dapat dirumuskan dalam kaitan dengan perspektif:

  1. Persekutuan bersifat perspektif, dimana hubungan antara anggota keluarga bersifat mendasar dan eksklusif yang disebabkan faktor ikatan biologis, ikatan hukum, serta ada kebersamaan dalam mempertahankan kehidupannya.
  2. Pemberian afeksi (kasih sayang) atas dasar ikatan biologis dan hukum yang didorong oleh rasa kewajiban dan tanggung jawab.
  3. Lembaga pembentukan dari faktor anutan, keyakinan,agama, nilai budaya, nilai moral baik bersumber dari keluarga maupun dari luar.
  4. Lembaga pembentukan pemenuhan kebutuhan, baik yang  bersifat material maupu mental spiritual.
  5. Lembaga partisipan dari kelompok masyarakatnya, yaitu berinteraksi dalam berbagai aktivitas, baik dengan keluarga lain, masyarakat banyak atau dengan lingkungan alam sekitarnya.

Secara ringkas fungsi-fungsi dasar itu dapat dikelompokan menjadi, fungsi pendidikan, fungsi sosialisai, fungsi lindungan atau proteksi, fungsi afeksi, fungsi religius, fungsi ekonomi, fungsi rekreasi dan fungsi biologis.

  1. 2.      Pendidikan dan Pendidikan Keluarga

Dalam pandangan Durkheim (1858-1917), Sudardja (1988), pendidikan adalah sebuah fakta sosial, karena mengandung ciri-ciri:

  1. Berada diluar individu dan bersifat langgeng, artinya telah ada sebelum individu lahir dan akan tetap ada meskipun individu berpulang ke asalnya.
  2. Memiliki daya paksa terhadap individu untuk melakukan dan menjalaninya.
  3. Tersebar diwarga masyarakat dan menjadi milik warga masyarakat.

Dalam pandangan Durkheim dan Sudardja, pendidikan adalah proses mempengaruhi yang dilaksanakan oleh orang dewasa atas generasi yang belum matang untuk penghidupan sosialnya.

Pendefenisian pendidikan harus dipandang dari segi proses mempengaruhi yang dilakukan oleh generasi orang dewasa kepada mereka yang belum siap melakukan fungsi sosial. Sasarannya adalah mengembangkan sejumlah kondisi fisik, intelek dan watak yang sesuai tuntutan dimana mereka hidup.

Konseptualisasi pendidikan dalam keluarga, dapat dilihat dari bagaimana kaitan hakekat makna pendidikan dengan institusi keluarga. Keluarga dalam perspektif ilmu pendidikan adalah lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. Keluarga itu merupakan alam pendidikan yang permulaan, disitu pertama kalinya orang tua yang berkedudukan sebagai guru (penuntun), sebagai pengajar dan sebagai pemimpin pekerjaan (pemberi contoh) berperan sangat signifikan terhadap anak-anaknya.

Pendidikan dalam keluarga hanya dapat dilaksanakan jika terdapat kesadaran pada pengelola keluarga dalam hal ini orang tua untuk memahami dimensi-dimensi dan masalah-masalah yang terkait dengan kehidupan keluarga. Secara konkrit pendidikan dalam keluarga harus diartikan sebagai tindakan dan upaya yang dilakukan oleh orang tua sebagai pendidik utama dalam membantu anak dengan jalan memberikan pengaruh pada anak melalui suatu pergaulan antar mereka, sehingga kelak kemudian hari anak yang bersangkutan dapat melaksanakan hidup mandiri yang bertanggung jawab.

Tujuan pendidikan dalam keluarga adalah agar anak dapat melaksanakan kehidupan yang mandiri dan bertanggung jawab didalam masyarakatnya. Aspek kehidupan pribadi anak mencakup kepribadian, sosial dan moral.

  1. 3.      Peran Keluarga Inti dalam Pendidikan Keluarga

Untuk dapat membentuk anak, menurut Locke ada empat proses yang berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan diri anak. Keempat proses tersebut adalah :

  1. Association, yaitu proses mengasosiasikan pikiran dan perasaan dengan kejadian yang dialami disekitar anak.
  2. Repetition, yaitu proses mengulangi apa yang telah dilakukan sehingga pada akhirnya dapat dikerjakan dengan sempurna.
  3. Imitation, yaitu proses mengembangkan diri dengan jalan melalui peniruan terhadap apa yang dilihat oleh anak disekitarnya.
  4. Reward dan punishment, yaitu proses perkembangan diri anak yang diakibatkan adanya motivasi untuk berprilaku yang baik setelah adanya perolehan hadiah dan hukuman.

Peran keluarga inti dalam mendidik anak, harus dilihat dalam konteks upaya pendidikan sebagai :

  1. Persekutuan primer, dimana hubungan antara anggota keluarga bersifat mendasar dan ekslusif karena faktor ikatan biologis, ikatan hukum dan karena adanya kebersamaan dalam mempertahankan kehidupan.
  2. Pemberi afeksi (kasih sayang) atas dasar ikatan biologis atau ikatan hukum yang didorong oleh rasa kewajiban dan tanggung jawab.
  3. Lembaga pembentukan yang disebabkan faktor anutan, kayakinan, agama, nilai budaya, nilai moral, abik bersumber dari dalam keluarga maupun dari luar.
  4. Lembaga pemenuhan kebutuhan, baik yang bersifat material maupun mental spiritual.
  5. Lembaga partisipasi dari kelompok masyarakatnya, yaitu berinteraksi dalam berbagai aktivitas, baik dengan keluarga lain, masyarakat banyak maupun dengan lingkungan alam sekitarnya.

Kedudukan keluarga (terutama orang tua) sangatlah strategis, mengingat posisinya yang penting itu, maka peran orang tua dalam konteks pendidikan anak dalam keluarga, meliputi:

  1. Peran sebagai pendidik, artinya orang tua bertugas mengembangkan bakat dan kemampuan anak.
  2. Peran sebagai panutan, orang tua memberikan contoh dan teladan sehingga prilaku anak merupakan cerminan dari sikap da prilaku orang tuanya.
  3. Peran sebagai pendorong, orang tua dipandang yang paling utama memberikan dorongan kepada anak, biasanya dalam wujud nasihat, memberikan pujian sehingga anak memiliki semangat untuk selalu melakukan sesuatu dengan penuh tanggung jawab.
  4. Peran sebagai pengawas, harus diakui bahwa pada diri anak terdapat perubahan-perubahan fisik, emosi dan lingkungan pergaulan.
  5. Peran sebagai teman, sebagi makhluk sosial anak mmerlukan kehadiran orang lain sebagai teman dan orang tua merupakan orang yang paling dekat dengan anak.
  6. Peran sebagai inspirasi, orang tua sebagai tokoh sentral dan penanggung jawab pendidikan anak dalam keluarga, dituntut utuk mampu berpern sebagai sumber inspirasi bagi anaknya.
  1. C.    Kesimpulan

Keluarga sebagai suatu sistem sosial merupakan faktor determinan pertama dalam membentuk kepribadian anak. Pendidikan dalam keluarga memberikan pengaruh kuat terhadap pembentukan fondasi watak dan kepribadian anak. Pendidikan keluarga dipengaruhi oleh sikap-sikap para pendidiknya (terutama orang tua). Terhadap hakekat dan perkembangan anak dan terhadap konsep pendidikan keluarga. Peran keluarga inti (orang tua) dalam perkembangan kepribadian anak meliputi, peran sebagai pendidik, peran sebagai panutan, peran sebagai pendorong, peran sebagai pengawas, peran sebagai teman dan peran sebagai inspirasi.

  1. D.    Daftar Pustaka

 

Hufad, Achmad. 2000. Peran Keluarga Inti dalam Pendidikan Anak. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah,1 (1):61-75.

 

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.