rianiputri

Gagal itu urusan nanti. Yg terpenting, kita berani untuk mencoba dan mencoba!


Tinggalkan komentar

PERENUNGAN & TIRAI

PERENUNGAN

Pernah aku bertanya tentang selebar apa dunia ini,sampai tubuhku telah separuh usangpun masih belum ku kantongi jawaban itu,Jauh di masa silamku kala itu saat beberapa kepingan receh mengisi saku baju pada tubuh kecil polosku
Berlarian ke rumah sang sahabat terbaikku,
dan recehan-recehan itupun akhirnya mengantarkanku pada pertanyaan yang sama namun di waktu dan usia yang berbeda
Sampai akhirnya aku sendiri yang menjawab pertanyaanku bahwa ternyata dunia ini luas dan terbentuk dari sampah-sampah yang bernyawa sulit di bersihkan
Cobalah lihat satu di antara tumpukan sampah itu, mungkin saja itu aku,kamu,dia atau kalian

TIRAI
Seketika perasaan ini terjerat
Entahlah….bulanpun tak dapat bercengkrama
Begitupun bintang tertunduk tanpa sepatah kata
Sang dewi malam tertidur pulas
Waktu menari-nari tragis
dan misteri kehidupan ini berjalan dan
berputar di setiap ke angkuhan
tirai kebersamaan terperangkap
waktu seakan terus bergulir
sadari malaikat berjalan di tepi dunia
entah….karena duka atau kepahitan
seakan sulit di cerna dengan sebuah kenyataan


Tinggalkan komentar

PENGARUH EMOSI TERHADAP PENYESUAIAN PRIBADI DAN SOSIAL AUD

imuuut

Hurlock, 1978:211 menyebutkan bahwa emosi mempengaruhi penyesuaian pribadi sosial anak,. Pengaruh tersebut antara lain tampak dari peranan emosi sebagai berikut :
• Emosi menambah rasa nikmat bagi pengalaman sehari-hari. Salah satu bentuk emosi adalah luapan perasaan, misalnya kegembiraan, ketakutan ataupun kecemasan. Luapan ini menimbulkan kenikmatan tersendiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan memberikan pengalaman tersendiri bagi anak yang cukup bervariasi untuk memperluas wawasannya.
• Emosi menyiapkan tubuh untuk melakukan tindakan. Emosi dapat mempengaruhi keseimbangan dalam tubuh, terutama emosi yang muncul sangat kuat, sebagai contoh kemarahan yang cukup besar. Hal ini memunculkan aktivitas persiapan bagi tubuh untuk bertindak, yaitu hal-hal yang akan dilakukan ketika tibul amarah. Apabila persiapan ini ternyata tidak berguna, akan dapat menyebabkan timbulnya rasa gelisah, tidak nyaman, atau amarah yang justru terpendam dalam diri anak. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

PENTINGNYA PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA AUD

148787_524718664219606_1705564189_n

PENTINGNYA PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA AUD
Pengertian emosi
Emosi adalah suatu keadaan/situasi yang utuh dapat berupa pikiran ataupun perasaan yang Nampak pada perubahan biologis yang muncul dari prilaku seseorang. bahasa emosi mengarah pada sebuah perasaan atau pikiran.
Perkembangan sosial
Menurut harlock perkembangan social merupakan perolehan kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan social. “Sosialisasi “ adalah kemampuan bertingkah laku sesuai dengan norma nilai. Jadi seseorang di katakan berkembang emosinya apabila ia sudah mampu menunjukan tindakan yang sesuai dengan aturan yang telah di buat.
Kenapa Sosial Emosional Perlu Dikembangkan ?? Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

“APAKAH PEMBELAJARAN KOMPUTER DI USIA DINI SUDAH DI PERLUKAN “

nama bayi islami

“APAKAH PEMBELAJARAN KOMPUTER DI USIA DINI SUDAH DI PERLUKAN “
Tidak bisa di pungkuri lagi bahwa teknologi telah menjadi bagian yang terpenting dan tidak bisa di pisahkan dari kehidupan manusia karena teknologi merupakan sarana yang sangat handal bagi manusia untuk membantu melaksanakan tugas ataupun aktivitas lainnya, dengan teknologi manusia bisa tahu apa yang sedang terjadi di dunia tanpa harus berada di tempat itu, teknologi juga mampu meningkatkan kualitas hidup manusia dengan memanfaatkan informasi yang di peroleh untuk di jadikan ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan manusia baik itu sekarang,besok ataupun masa yang akan datang dan untuk dapat mengenal dan menguasai teknologi seperti komputer sebaiknya di kenalkan sedini mungkin Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

EVALUASI PEMBELAJARAN AUD

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Secara formal, pendidikan diselengarakan disekolah. Hal itu sering sering dikenal dengan pengajaran dimana proses belajar mengajar yang melibatkan banyak factor baik pengajar, pelajar, bahan/materi, fasilitas maupun lingkungan. Pengajaran dilaksanakan tidak hanya untuk kesenangan atau bersifat mekanis saja tetapi mempunyai misi atau tujuan bersama. Dalam usaha untuk mencapai misi dan tujuan itu perlu diketahui apakah usaha yang dialakukan sudah sesuai dengan tujuan? Jika iya, sudah sejauh mana ditempuh? Apakah anak didiknya mengalami kemunduran didalam belajar atau peningkatan, dan kalau mengalami kemunduran apakah penyebabnya?
Oleh karena timbulnya pertanyaan-pertabyaan itu,maka dari itulah kami menyajikan beberapa hal tentang salah satu teknik dan alat penilaian yang dapat digunakan dalam penilaian terhadap anak didik, baik itu tentang kemampuan belajar, sikap, keterampilan, sifat, bakat, minat dan kepribadian. Adapun teknik yang akan dijelaskan dalam makalah ini adalah teknik nontes. Salah satu teknik yang sangat membantu dalam penilaian terhadap hal-hal yang bersangkutan dengan siswa.

B.Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu tugas akhir semester pada mata kuliah belajar dan pembelajaran.

C.Manfaat Penulisan
Berdasarkan gambaran masalah pada paparan latar belakang masalah diatas adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah dapat melihat serta menilai suatu kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dan untuk melihat hasil dari kegiatan pembelajaran itu sendiri.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Evaluasi Pembelajaran
Davies mengemukakan bahwa evaluasi merupakan proses untuk memberikan atau menetapkan nilai kepada sejumlah tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk kerja, proses, orang, maupun objek (Davies, 1981:3). Menurut Wand dan Brown, evaluasi merupakan suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu (dalam Nurkancana, 1986:1).
Pengertian evaluasi lebih dipertegas lagi dengan batasan sebagai proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu ( Sudjana, 1990:3). Dengan berdasarkan batasan-batasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa evaluasi secara umum dapat diartikan sebagai proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu (tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk kerja, proses, orang, maupun objek) berdasarkan kriteria tertentu.
Evaluasi mencakup sejumlah teknik yang tidak bisa diabaikan oleh seorang guru maupun dosen. Evaluasi bukanlah sekumpulan teknik semata-mata, tetapi evaluasi merupakan suatu proses yang berkelanjutan yang mendasari keseluruhan kegiatan pembelajaran yang baik. Evaluasi pembelajaran bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana efisiensi proses pembelajaran yang dilaksanakan dan efektifitas pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dalam rangka kegiatan pembelajaran, evaluasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses sistematik dalam menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Jadi evaluasi pembelajaran diartikan sebagai penentuan kesesuaian antara tampilan siswa dengan tujuan pembelajaran. Dalam hal ini yang dievaluasi adalah karakteristik siswa dengan menggunakan suatu tolak ukur tertentu. Karakteristik-karakteristik tersebut dalam ruang lingkup kegiatan belajar-mengajar adalah tampilan siswa dalam bidang kognitif (pengetahuan dan intelektual), afektif (sikap, minat, dan motivasi), dan psikomotor (ketrampilan, gerak, dan tindakan). Tampilan tersebut dapat dievaluasi secara lisan, tertulis, mapupun perbuatan. Dengan demikian mengevaluasi di sini adalah menentukan apakah tampilan siswa telah sesuai dengan tujuan instruksional yang telah dirumuskan atau belum.
Apabila lebih lanjut kita kaji pengertian evaluasi dalam pembelajaran, maka akan diperoleh pengertian yang tidak jauh berbeda dengan pengertian evaluasi secara umum. Pengertian evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan pengukuran dan penilaian pembelajaran. Pengukuran yang dimaksud di sini adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif, sedangkan penilaian yang dimaksud di sini adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan pembelajaran secara kualitatif.

B. Pengertian Alat Ukur Non Tes
Tehnik penilaian nontes berarti melaksanakan penilain dengan tidak mengunakan tes. Tehnik penilaian ini umumnya untuk menilai kepribadian anak secara menyeluruh meliputi sikap, tingkah laku, sifat, sikap sosial, ucapan, riwayat hidup dan lain-lain. Yang berhubungan dengan kegiatan belajar dalam pendidikan, baik secara individu maupun secara kelompok.
Keberhasilan siswa dalam proses belajar-mengajar tidak dapat diukur dengan alat tes. Sebab masih banyak aspek-aspek kemampuan siswa yang sulit diukur secara kuantitatif dan mencakup objektifitas misalnya aspek efektif psikomotor. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

PENTINGNYA SAINS BAGI AUD

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sains dan anak merupakan hal tidak dapat dipisahkan sehingga sejak dini perlu dikenalkan pada anak sebagai calon seorang guru anak usia dini kita harus mengetahui pelajaran sains yang cocok pada anak. Untuk itu kita harus memperkenalkan tentang sains tersebut.
Seperti apakah itu sains? siapakah ilmuan itu? Kita anak dan sains, semuanya harus diketahui oleh guru dan anak.
Untuk itu semua pembelajaran tersebut harus diajarkan pada anak, untuk masa yang akan datang akan berguna.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka didapat rumusan masalah menyenai:
 Pengertian sains
 Siapakah ilmuan itu?
 Anak, kita dan sains.
 pentingnya pembelajaran sains bagi AUD
C. Batasan Masalah
Beradasarkan rumusan masalah di atas, maka didapat batasan masalah sebagai berikut:
 Pengertian sains
 Siapakah ilmuan itu?
 Anak, kita dan sains.
 Pentingnya pembelajaran sains bagi AUD
D. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah:
1. Untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pemimbing
2. Memperlancar proses belajar mengajar
3. Menambah pengetahuan tentang tentang sain yang dekat dengan lingkungan anak Baca lebih lanjut